Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Lazy to 💑 Marriage 2

Aku pribadi merasa hubungan yang sudah hampir mau 2 tahun ini banyak perbedaan. Mulai dari soal Pendidikan, bukan maksud aku merendahkan nya, tapi terkadang ada di saat-saat tertentu, aku perlu apa untuk keperluan sekolah/kuliahku dan dia tidak mengerti, ini membuat aku merasa tidak terbantu, bahkan terkadang malah mengganggu. Meskipun dia sekarang kuliah, tapi aku belum melihat perbedaannya. Aku menilai bahwa orangtuanya terlalu mementingkan hal yang sebetulnya bisa di stop dulu. Seperti membeli baju hampir setiap bulan sekali. Atau jalan-jalan sama teman-temannya. Terlalu banyak yang dibeli. Perhitungannya hanya untuk hari ini, tapi untuk hari esok atau lusa belum terencana. Aku merasa kecewa karena dia berbohong soal keuangan. Yaaa memang aku hanyalah seorang pacar yang katanya bakalan dia nikahin, aku ikut campur masalah keuangannya bukan karena untuk aku jajan, tapi untuk memisahkan biaya kuliahnya. Tidak lebih. Aku tanya "Kamu mau nabung?" .. "Enggak, uang dek...

Lazy to 💑 Marriage

Hari ini aku baru pulang dari Tritangtu Espresso, semacam tempat coffe di daerah Tubagus Ismail, Bandung. Niat nya memang mau mengerjakan tugas, bahkan lebih dari tugas, yaitu artikel buat seminar international yang tinggal seminggu lagi. Jujur, akhir-akhir ini terhitung beberapa bulan yang lalu, mungkin awal bulan di tahun 2018.  Aku sudah merasa khawatir tentang nasibku di pascasarjana yang belum juga lulus. Ntahlah, mungkin aku salah memilih dosen pembimbing, atau mungkin aku nggak paham sama jurusan yang aku ambil. Dan kemungkinan aku ga fokus karena bersampingan dengan aku harus bekerja. Banyak kemungkinan memang, terlebih kalau ingat Papa 😢, rasanya jadi percuma begitu saja. Kembali ke hari ini, siang tadi aku ajak pacarku pergi untuk nemenin ke Tritangtu, aku bilang buat nongkrong ngerjain artikel, sekalian cari wifi. Akhirnya dia sampai ke kosan sekitar pukul 14.30, karena baru bangun setelah malam nya ada dekoran sampai pukul 02.00 . YaaaaAPA aku merasa beda pada h...

Papa sama-sama lagi kangen kita

Sedang nangis, iya aku sedang membasahi pipi kanan dan kiriku di sore sendu hari selasa tanggal dua puluh empat juli dua ribu delapan belas ini. Apalagi? Apalagi kalau bukan karena rindu Papa. Apalagi kalau memang terkadang dan sesering mungkin merasa nelangsa. Sudah lima bulan ya, pah kami ditinggal berempat oleh Papa. Sedih rasanya, sepi, dan aku menangis lagi dan lagi. Air mata yang tak kunjung kering ini menggambarkan betapa aku selalu merindukanmu. Selalu... Tadi pagi ku hubungi Mama lewat WA, aku bilang tadi malam atau mungkin subuh bermimpi Papa ada di rumah. Aku bahagia saat Papa datang di mimpi, itu tandanya Papa juga diizinkan oleh Alloh untuk selalu melihat kami. Dan Alloh memberi izin pada kami untuk selalu berhubungan dengan Papa lewat do'a-do'a yang selalu kami panjatkan. Dalam mimpi, Papa tidur di kasur yang sering kita pakai di ruang tengah, aku memeluk papa, menemani Papa dan di mimpi bahkan aku bilang ke Mama kalau Papa lagi istirahat, Mama bilang ...

Apa ada yang salah dengan lambungku?

Sudah memasuki puasa kurang lebih 13hari. Cepat sekali ya rasanya, sudah hampir mau dua minggu. Tapi, memang sejujurnya saya baru seminggu puasa, karena ada halangan. Memasuki puasa awal memang membuat saya agak deg-degan karena saya langganan sakit maag atau asam lambung saya yang sering naik. Satu dua hari puasa saya lancar-lancar saja menjalaninya, tapi di hari selanjutnya sesuatu yang saya takutkan akhirnya menghampiri juga. Ya, maag saya kambuh setiap akan buka puasa, perut jadi keras kembung nggak karuan. Setiap kali buka puasa pasti harus minum obat maag, tetapi apa setiap hari saya konsumsi obat maag ga akan ada efek sampingnya? Apalagi katanya obat maag warung begitu hanya meredakan nyeri, bukan untuk mengatasi penyebabnya. Setelah searching, ternyata memang katanya obat warung nggak bisa membuat sembuh, kalau aku harus ke dokter, Yaa ampun saya nanti makan obat-obatan lagi seabreg kayak dulu. Saya searching obat alami, salah satunya katanya kalau madu bisa membuat perut ti...

Catatanku untuk Papa

Lihat, Pah... ruangan kerja di depan sedang dibereskan oleh kami, tapi lebih tepatnya banyak dibereskan oleh mama. Karena kami tidak paham, kami tidak mengerti dan kami tidak tahu barang-barang yang sangat penting, yang pastinya masih harus disimpan di ruangan kerja Papa. Dulu aku tidak pernah tahu bagaimana membereskan ruangan kerja Papa yang sangat banyak alat-alat rahasia, yang bisa memudahkan Papa bekerja dan bisa membuat kerajinan yang unik. Satu per satu dikeluarkan, dipilih. Tidaklah mudah. Kenangannya. Ceritaannya. Dan kalimat yang selalu mama utarakan yaitu, "Ini Pola, tapi mama nggak yakin bisa bikin barang ini". Seolah saya pribadi sedih, menyesali diri sendiri karena tidak pernah mau belajar. Padahal jika saya sadari, kami semua sebagian hidup dari hasil jualan kerajinan ini. Sekarang, Papa pulang, semua pekerjaan ini ditinggalkan, kecuali yang masih bisa kita kerjakan. Pah, lihatlah.. hari memang berganti, tapi hari - hari itu memang tak pernah lebih ...

Papa

Assalamu'alaikum, Pah... Papa maaf aku memanggil-manggil namamu dalam tangisku, bukan perbanyak menambah do'a tapi, aku malah menambah beban Papa di alam sana. Pap, tangisan-tangisan yang pernah terjadi seperti ini, beginilah rasanya, sakit hati, campur aduk perasaan. Tidak tahu harus berbuat apa. Papa mungkin sedang melihat ku sekarang, anak pertama Papa ini ternyata bukan sosok yang pantas dibanggakan. Aku banyak dosa, Pah.. Auratku, kelakuanku, sikapku, membuat Papa mungkin merasa sedih disana. Aku bahkan pendendam, pembohong, wujud anak perempuan pertama mu yang begitu bodoh. Pah.. Aku minta maaf. Sangat minta maaf. Aku belum bisa menjadi anak yang baik, yang ketika selama papa masih bersama kami, papa selalu menceritakan aku dengan bangga. Pah.. Aku rindu papa. Sangat rindu rinduuuu sekali. Aku ingin ikut Papa. Tapi, apakah aku sudah siap? Sedangkan dosaku masih menggunung. Tsuma illa arwahi Khususon Yaa Ahli kubur, Bapak Arifin Bin Sodikin Edi Ropendi. Syaiun li...

Papa, aku dan mama sedang berencana

Pah... Jika Tuhan dengan jelas memberi pertanda dan juga memberitahuku, kalau sebentar lagi Papa dijemput pulang, mungkin aku akan sampai menangis darah meminta pada-Mu untuk tidak menjemputnya terlebih dahulu. Pah... Titi rindu, nggak bisa lagi berkata banyak, Titi hanya ingin bertemu Papa, bagaimapun jalan Tuhan mempertemukan kami, hanya untuk berbincang beberapa hal saja. Pah.. Kuliah Titi belum selesai, bagaimana ini bisa tidak menjadi sulit bagi Titi. Ketika besar harapan dulu kami sekeluarga akan pergi ke wisudaan ku lagi. Kalau Papa lihat catatan kecil, aku akan wisuda 2018, tapi nyatanya sekarang apa yang aku kerjakan begitu menjadi sulit. Dan catatan kecil itu Titi menulis untuk pergi umrah bersama Papa, Mama, Suami, Fitra dan Dante tahun 2019. Yang dengan pede nya aku yakin, kita akan pergi bersama. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Aku sekarang hanya memandangi tulisan itu dan menangis.  Pah.. Titi dan Mama banyak berkomunikasi, meskipun aku akan sering ...