Langsung ke konten utama

Lazy to 💑 Marriage

Hari ini aku baru pulang dari Tritangtu Espresso, semacam tempat coffe di daerah Tubagus Ismail, Bandung. Niat nya memang mau mengerjakan tugas, bahkan lebih dari tugas, yaitu artikel buat seminar international yang tinggal seminggu lagi.
Jujur, akhir-akhir ini terhitung beberapa bulan yang lalu, mungkin awal bulan di tahun 2018.  Aku sudah merasa khawatir tentang nasibku di pascasarjana yang belum juga lulus. Ntahlah, mungkin aku salah memilih dosen pembimbing, atau mungkin aku nggak paham sama jurusan yang aku ambil. Dan kemungkinan aku ga fokus karena bersampingan dengan aku harus bekerja. Banyak kemungkinan memang, terlebih kalau ingat Papa 😢, rasanya jadi percuma begitu saja.


Kembali ke hari ini, siang tadi aku ajak pacarku pergi untuk nemenin ke Tritangtu, aku bilang buat nongkrong ngerjain artikel, sekalian cari wifi. Akhirnya dia sampai ke kosan sekitar pukul 14.30, karena baru bangun setelah malam nya ada dekoran sampai pukul 02.00 .


YaaaaAPA aku merasa beda pada hubungan kami akhir-akhir ini, aku sih ngerasanya gitu. Tapi, aku nggak tahu kalau dia seperti apa. Mulai dari pergi pukul 15.00 tepat waktu adzan ashar, ku bilang biar sholat di Tritangtu aja. Udah gitu 1/4 jalan aku yang nyetir karena dia ngambil dulu uang di ATM. Kita cari-cari tempat nya nggak ketemu, dan setelah gantian nyetir lagi, baru ketemu.


Di Tritangtu kita pesan coffee dan Oreo goreng. Aku buka laptop dan dia main game di hp. Dia bilang mau ngerokok di luar, setelah itu mau sholat, barulah aku nyusul sholat.
Dan aku lanjutin lagi mengerjakan artikel (yang sampai adzan isya aku belum juga paham) . Pacarku bulak balik merokok dan main game. Ya aku mengakui kalau aku nganggurin dia, bahkan nggak ngobrol sama sekali.


Pukul 18.00 aku nanya "Kamu bete nemenin aku?" Dia bilang "Iya".. "Kamu mau pulang? Atau mau pulang duluan? Biar aku naik angkot aja dan kasih tau naik angkot apa".. Dia jawab "Yu pulang, nggak usah biar aku anterin"


akhirnya aku beres-beres meskipun artikel ku belum beres dan belum aku pahami. Dia bilang "Sok aja, aku temenin".. Aku jawab "Hayu pulang aja, nggak enak kamu nunggu lama" ..


Dijalan aku nggak ngobrol-ngobrol banyak. Aku cuma bilang "Maaf kalau kamu bete nemenin aku, nggak akan lagi" .. "Dia bilang "Ya bete jadi ngantuk" .. "Kamu laper lagi?" .. "Nanti aja aku makan di rumah, pengiritan" .. "iya"


aku : Kamu beli bensin dulu
dia : Iya nanti di depan
pom bensin
aku : Itu premium, sama pertalite. Kalau mau pertamax disana. Biar aku panggil aa nya
dia : Nggak usah, naik lagi aja nanti di depan
...
aku : Kamu mau nemenin aku ke Telkom buat beli kuota?
dia : Jauh banget
aku : Kalau dekat kosan harganya mahal, di Telkom 28rb, di dekat kosan 35rb
dia : Cm beda dikit juga
aku : Ya lumayan lah, ngirit segitu juga
...
akhirnya setelah beli kuota dan ke pom bensin
dia : Power bank aku jangan lupa
aku : Kamu mau langsung pulang? Nggak akan diem di kosan dulu?
dia : Enggak, ga apa2 ya aku pulang langsung
aku : Iya
...
Dan diapun pulang..


bersambung....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatanku untuk Papa

Lihat, Pah... ruangan kerja di depan sedang dibereskan oleh kami, tapi lebih tepatnya banyak dibereskan oleh mama. Karena kami tidak paham, kami tidak mengerti dan kami tidak tahu barang-barang yang sangat penting, yang pastinya masih harus disimpan di ruangan kerja Papa. Dulu aku tidak pernah tahu bagaimana membereskan ruangan kerja Papa yang sangat banyak alat-alat rahasia, yang bisa memudahkan Papa bekerja dan bisa membuat kerajinan yang unik. Satu per satu dikeluarkan, dipilih. Tidaklah mudah. Kenangannya. Ceritaannya. Dan kalimat yang selalu mama utarakan yaitu, "Ini Pola, tapi mama nggak yakin bisa bikin barang ini". Seolah saya pribadi sedih, menyesali diri sendiri karena tidak pernah mau belajar. Padahal jika saya sadari, kami semua sebagian hidup dari hasil jualan kerajinan ini. Sekarang, Papa pulang, semua pekerjaan ini ditinggalkan, kecuali yang masih bisa kita kerjakan. Pah, lihatlah.. hari memang berganti, tapi hari - hari itu memang tak pernah lebih ...

Costume Sun Flower

IDR 275k IDR 275k IDR 275k IDR 260k ----------------------------------------------------------------------- KETENTUAN DI ANEAR CRAFT AND FLORIST : Pemesanan Fresh Flower dan Sun Flower Bisa costume Bunga matahari pertangkai 80k Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max H-2 -------------------------------------------------------------------------- Pemesanan Flanel Bouquet Flower dan Flanel Flower Box Bisa memilih warna Size M bisa memakai initial max 1 (satu) huruf atau angka. Size L bisa memakai initial max 3 (tiga huruf) atau max 2 (dua) angka. Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max - H-4 ------------------------------------------------------------------------------ Semua yang dipesan harus memakai DP 50% dari harga pembelian, untuk memastikan bahwa pemesanan sudah tidak bisa dibatalkan -------------------------------...

15 April 2015. 19.00 Wib. IfanMuhamadYasin selamat jalan

Ifan, kok kamu pergi? Fan, kamu mau bangun lagi kan? Kamu bercandaankan? Kamu sakit apa? Fan, Alloh lebih sayang ya ke kamu dari pada ke aku? Buktinya kamu pergi duluan ninggalin aku. Kok kamu tega sih, Fan? Fan, aku nggak bisa bilang apa-apa. Masih percaya nggak percaya. Yaa Alloh, terimalah amal ibadah Ifan, terima kebaikannya, ampunilah dosa yang pernah Ifan perbuat. Amien. Fan, tadi siang setelah aku pulang dari Rumah sakit Immanuel, aku buka laptop dan iseng online, ntah knapa pas aku searching nama oranglain, malah dipojok kanan muncul nama kamu, aku buka tab baru dan aku lihat foto kamu, sekitar jam 14.00. Aku bilang dalam hati “Fan, kamu nggak ganteng, tapi kamu baik”, terus aku close.  Dua hari yang lalu juga aku nulis tentang kita di tumblr ini, ntah knapa malam itu aku pengen banget nulis tentang kamu, ntah kenapa juga aku keingetan kamu terus, sampe aku bilang kangen kamu dalam hati. Di akhir kalimat aku bilang “Jika kamu bahagia disana, mungki...