Langsung ke konten utama

Catatanku untuk Papa


Lihat, Pah... ruangan kerja di depan sedang dibereskan oleh kami, tapi lebih tepatnya banyak dibereskan oleh mama. Karena kami tidak paham, kami tidak mengerti dan kami tidak tahu barang-barang yang sangat penting, yang pastinya masih harus disimpan di ruangan kerja Papa. Dulu aku tidak pernah tahu bagaimana membereskan ruangan kerja Papa yang sangat banyak alat-alat rahasia, yang bisa memudahkan Papa bekerja dan bisa membuat kerajinan yang unik. Satu per satu dikeluarkan, dipilih. Tidaklah mudah. Kenangannya. Ceritaannya. Dan kalimat yang selalu mama utarakan yaitu, "Ini Pola, tapi mama nggak yakin bisa bikin barang ini". Seolah saya pribadi sedih, menyesali diri sendiri karena tidak pernah mau belajar. Padahal jika saya sadari, kami semua sebagian hidup dari hasil jualan kerajinan ini. Sekarang, Papa pulang, semua pekerjaan ini ditinggalkan, kecuali yang masih bisa kita kerjakan.

Pah, lihatlah.. hari memang berganti, tapi hari - hari itu memang tak pernah lebih indah seperti saat Papa masih ada. Aku sering pulang ke rumah sekarang, tapi aku tak pernah lihat Papa di rumah, tak ada di ruangan kerja, tak ada suara dzikir ketika setiap habis sholat "LAA ILLAHAILALLOH" di mushola. Hati ini hampa, sungguh. 

Pah, beberapa hari lagi sudah mulai puasa ramadhan, puasa pertama tanpa Papa. Dan air mataku mulai jatuh lagi, kita akan merasa sepi sekali di rumah. Kita akan merasa sangat kehilangan dan tak ada suara keras sebagai imam tarawih di rumah. Kemarin, kita jalan-jalan dan mama bilang kalau tahun ini sampai seterusnya nggak akan beliin baju buat Papa. Semua serba menyayat hati. 

Pah, mama semenjak di tinggal Papa menjadi kurus, sangat lelah jika aku lihat, selalu mencari kesibukan, tidak pernah peduli sudah lelah atau tidak. Tidak pernah akan tidur atau membaringkan badannya sebelum benar-benar mengantuk, alasannya karena tidak mau melamun mengingat Papa. Dan memang kami semua selalu menangis jika mengingat hari dimana papa harus pulang.

Pah, semoga kita bisa berkumpul lagi di sana ya.. Papa bersama Mama, Aku, Fitra dan Dante  bersama pasangan-pasangan kita. Dan keluarga kita berkumpul lagi disana hidup dengan damai. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Costume Sun Flower

IDR 275k IDR 275k IDR 275k IDR 260k ----------------------------------------------------------------------- KETENTUAN DI ANEAR CRAFT AND FLORIST : Pemesanan Fresh Flower dan Sun Flower Bisa costume Bunga matahari pertangkai 80k Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max H-2 -------------------------------------------------------------------------- Pemesanan Flanel Bouquet Flower dan Flanel Flower Box Bisa memilih warna Size M bisa memakai initial max 1 (satu) huruf atau angka. Size L bisa memakai initial max 3 (tiga huruf) atau max 2 (dua) angka. Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max - H-4 ------------------------------------------------------------------------------ Semua yang dipesan harus memakai DP 50% dari harga pembelian, untuk memastikan bahwa pemesanan sudah tidak bisa dibatalkan -------------------------------...

15 April 2015. 19.00 Wib. IfanMuhamadYasin selamat jalan

Ifan, kok kamu pergi? Fan, kamu mau bangun lagi kan? Kamu bercandaankan? Kamu sakit apa? Fan, Alloh lebih sayang ya ke kamu dari pada ke aku? Buktinya kamu pergi duluan ninggalin aku. Kok kamu tega sih, Fan? Fan, aku nggak bisa bilang apa-apa. Masih percaya nggak percaya. Yaa Alloh, terimalah amal ibadah Ifan, terima kebaikannya, ampunilah dosa yang pernah Ifan perbuat. Amien. Fan, tadi siang setelah aku pulang dari Rumah sakit Immanuel, aku buka laptop dan iseng online, ntah knapa pas aku searching nama oranglain, malah dipojok kanan muncul nama kamu, aku buka tab baru dan aku lihat foto kamu, sekitar jam 14.00. Aku bilang dalam hati “Fan, kamu nggak ganteng, tapi kamu baik”, terus aku close.  Dua hari yang lalu juga aku nulis tentang kita di tumblr ini, ntah knapa malam itu aku pengen banget nulis tentang kamu, ntah kenapa juga aku keingetan kamu terus, sampe aku bilang kangen kamu dalam hati. Di akhir kalimat aku bilang “Jika kamu bahagia disana, mungki...