Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Apa ada yang salah dengan lambungku?

Sudah memasuki puasa kurang lebih 13hari. Cepat sekali ya rasanya, sudah hampir mau dua minggu. Tapi, memang sejujurnya saya baru seminggu puasa, karena ada halangan. Memasuki puasa awal memang membuat saya agak deg-degan karena saya langganan sakit maag atau asam lambung saya yang sering naik. Satu dua hari puasa saya lancar-lancar saja menjalaninya, tapi di hari selanjutnya sesuatu yang saya takutkan akhirnya menghampiri juga. Ya, maag saya kambuh setiap akan buka puasa, perut jadi keras kembung nggak karuan. Setiap kali buka puasa pasti harus minum obat maag, tetapi apa setiap hari saya konsumsi obat maag ga akan ada efek sampingnya? Apalagi katanya obat maag warung begitu hanya meredakan nyeri, bukan untuk mengatasi penyebabnya. Setelah searching, ternyata memang katanya obat warung nggak bisa membuat sembuh, kalau aku harus ke dokter, Yaa ampun saya nanti makan obat-obatan lagi seabreg kayak dulu. Saya searching obat alami, salah satunya katanya kalau madu bisa membuat perut ti...

Catatanku untuk Papa

Lihat, Pah... ruangan kerja di depan sedang dibereskan oleh kami, tapi lebih tepatnya banyak dibereskan oleh mama. Karena kami tidak paham, kami tidak mengerti dan kami tidak tahu barang-barang yang sangat penting, yang pastinya masih harus disimpan di ruangan kerja Papa. Dulu aku tidak pernah tahu bagaimana membereskan ruangan kerja Papa yang sangat banyak alat-alat rahasia, yang bisa memudahkan Papa bekerja dan bisa membuat kerajinan yang unik. Satu per satu dikeluarkan, dipilih. Tidaklah mudah. Kenangannya. Ceritaannya. Dan kalimat yang selalu mama utarakan yaitu, "Ini Pola, tapi mama nggak yakin bisa bikin barang ini". Seolah saya pribadi sedih, menyesali diri sendiri karena tidak pernah mau belajar. Padahal jika saya sadari, kami semua sebagian hidup dari hasil jualan kerajinan ini. Sekarang, Papa pulang, semua pekerjaan ini ditinggalkan, kecuali yang masih bisa kita kerjakan. Pah, lihatlah.. hari memang berganti, tapi hari - hari itu memang tak pernah lebih ...

Papa

Assalamu'alaikum, Pah... Papa maaf aku memanggil-manggil namamu dalam tangisku, bukan perbanyak menambah do'a tapi, aku malah menambah beban Papa di alam sana. Pap, tangisan-tangisan yang pernah terjadi seperti ini, beginilah rasanya, sakit hati, campur aduk perasaan. Tidak tahu harus berbuat apa. Papa mungkin sedang melihat ku sekarang, anak pertama Papa ini ternyata bukan sosok yang pantas dibanggakan. Aku banyak dosa, Pah.. Auratku, kelakuanku, sikapku, membuat Papa mungkin merasa sedih disana. Aku bahkan pendendam, pembohong, wujud anak perempuan pertama mu yang begitu bodoh. Pah.. Aku minta maaf. Sangat minta maaf. Aku belum bisa menjadi anak yang baik, yang ketika selama papa masih bersama kami, papa selalu menceritakan aku dengan bangga. Pah.. Aku rindu papa. Sangat rindu rinduuuu sekali. Aku ingin ikut Papa. Tapi, apakah aku sudah siap? Sedangkan dosaku masih menggunung. Tsuma illa arwahi Khususon Yaa Ahli kubur, Bapak Arifin Bin Sodikin Edi Ropendi. Syaiun li...