Langsung ke konten utama

Papa

Assalamu'alaikum, Pah...
Papa maaf aku memanggil-manggil namamu dalam tangisku, bukan perbanyak menambah do'a tapi, aku malah menambah beban Papa di alam sana.


Pap, tangisan-tangisan yang pernah terjadi seperti ini, beginilah rasanya, sakit hati, campur aduk perasaan. Tidak tahu harus berbuat apa.
Papa mungkin sedang melihat ku sekarang, anak pertama Papa ini ternyata bukan sosok yang pantas dibanggakan. Aku banyak dosa, Pah.. Auratku, kelakuanku, sikapku, membuat Papa mungkin merasa sedih disana. Aku bahkan pendendam, pembohong, wujud anak perempuan pertama mu yang begitu bodoh.
Pah.. Aku minta maaf. Sangat minta maaf. Aku belum bisa menjadi anak yang baik, yang ketika selama papa masih bersama kami, papa selalu menceritakan aku dengan bangga.
Pah.. Aku rindu papa. Sangat rindu rinduuuu sekali. Aku ingin ikut Papa. Tapi, apakah aku sudah siap? Sedangkan dosaku masih menggunung.


Tsuma illa arwahi Khususon Yaa Ahli kubur, Bapak Arifin Bin Sodikin Edi Ropendi. Syaiun lillahilahum. Alfatihah .
Bissmillahirohmanirohim.
alhamdulillahirobbil'alamin.
arrohmanirrohim.
maliki yaumidin
iyakana' budua iya kanas ta'in
ihdinashirotolmustakim
sirotoladzhina an'am ta'alaihim ghoiril magdubi'alaihim walad dzolin. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatanku untuk Papa

Lihat, Pah... ruangan kerja di depan sedang dibereskan oleh kami, tapi lebih tepatnya banyak dibereskan oleh mama. Karena kami tidak paham, kami tidak mengerti dan kami tidak tahu barang-barang yang sangat penting, yang pastinya masih harus disimpan di ruangan kerja Papa. Dulu aku tidak pernah tahu bagaimana membereskan ruangan kerja Papa yang sangat banyak alat-alat rahasia, yang bisa memudahkan Papa bekerja dan bisa membuat kerajinan yang unik. Satu per satu dikeluarkan, dipilih. Tidaklah mudah. Kenangannya. Ceritaannya. Dan kalimat yang selalu mama utarakan yaitu, "Ini Pola, tapi mama nggak yakin bisa bikin barang ini". Seolah saya pribadi sedih, menyesali diri sendiri karena tidak pernah mau belajar. Padahal jika saya sadari, kami semua sebagian hidup dari hasil jualan kerajinan ini. Sekarang, Papa pulang, semua pekerjaan ini ditinggalkan, kecuali yang masih bisa kita kerjakan. Pah, lihatlah.. hari memang berganti, tapi hari - hari itu memang tak pernah lebih ...

Costume Sun Flower

IDR 275k IDR 275k IDR 275k IDR 260k ----------------------------------------------------------------------- KETENTUAN DI ANEAR CRAFT AND FLORIST : Pemesanan Fresh Flower dan Sun Flower Bisa costume Bunga matahari pertangkai 80k Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max H-2 -------------------------------------------------------------------------- Pemesanan Flanel Bouquet Flower dan Flanel Flower Box Bisa memilih warna Size M bisa memakai initial max 1 (satu) huruf atau angka. Size L bisa memakai initial max 3 (tiga huruf) atau max 2 (dua) angka. Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max - H-4 ------------------------------------------------------------------------------ Semua yang dipesan harus memakai DP 50% dari harga pembelian, untuk memastikan bahwa pemesanan sudah tidak bisa dibatalkan -------------------------------...

15 April 2015. 19.00 Wib. IfanMuhamadYasin selamat jalan

Ifan, kok kamu pergi? Fan, kamu mau bangun lagi kan? Kamu bercandaankan? Kamu sakit apa? Fan, Alloh lebih sayang ya ke kamu dari pada ke aku? Buktinya kamu pergi duluan ninggalin aku. Kok kamu tega sih, Fan? Fan, aku nggak bisa bilang apa-apa. Masih percaya nggak percaya. Yaa Alloh, terimalah amal ibadah Ifan, terima kebaikannya, ampunilah dosa yang pernah Ifan perbuat. Amien. Fan, tadi siang setelah aku pulang dari Rumah sakit Immanuel, aku buka laptop dan iseng online, ntah knapa pas aku searching nama oranglain, malah dipojok kanan muncul nama kamu, aku buka tab baru dan aku lihat foto kamu, sekitar jam 14.00. Aku bilang dalam hati “Fan, kamu nggak ganteng, tapi kamu baik”, terus aku close.  Dua hari yang lalu juga aku nulis tentang kita di tumblr ini, ntah knapa malam itu aku pengen banget nulis tentang kamu, ntah kenapa juga aku keingetan kamu terus, sampe aku bilang kangen kamu dalam hati. Di akhir kalimat aku bilang “Jika kamu bahagia disana, mungki...