Langsung ke konten utama

Perdana Ngaleut bersama Komunitas Aleut di Bandung

Malam ini Bandung bagian selatan masih ditemani hujan, mungkin juga dengan sebagian besar daerah Bandung sama, kalau cuaca seperti ini lebih enak memang menemani kasur dan selimut saja, tentunya sambil memejamkan mata :D . Di malam ini juga, rasanya masih punya utang menulis di blog, ingin bercerita perdananya aku ikut komunitas aleut di Bandung hari minggu kemarin, tapatnya tanggal 23 November 2014. Ya…..kebiasaan yang selalu menempel ini adalah malas menulis kalau kondisi terlalu capek, padahal kalau di pikir-pikir menulis langsung setelah kejadian itu masih terasa sekali senang susah sedihnya.
Jadi cerita awalnya begini, malam minggu kemarin iseng buka twitter karena jenuh, ntah malam minggu keberapa kalinya aku stay at home  setelah berstatus single hahaha. Nah, aku buka twitternya KomunitasAleut, sebenarnya dari sebulan yang lalu aku sudah berniat ingin join, tapi berhubung aku menyadari betul kalau aku adalah orang yang tidak cukup berani untuk memulai komunikasi dan tak pandai berbicara, jadi selalu saja terurung. Tapi, malam minggu kali ini aku berusaha mengumpulkan semua keberanianku. Dengan memperkuat keberanian dengan mengingat-ingat kalau tujuan ikut ngaleut ini karena aku ingin benar-benar tahu Bandung yang dimana kota ini adalah kota kelahiranku, selain itu menambah jaringan pertemanan, dan juga aku bisa dapat informasi tentang sejarah lain Indonesia.
05.30 Wib
Akhirnya aku berhasil juga bangun pagi-pagi di hari minggu dan dengan matang memutuskan pergi ke taman musik yang tepatnya dijalan Belitung, depan Centrum (Kolam Renang zaman dulu) untuk ikut perdana ngaleut-nya aku. Sebelumnya aku mengkonfirmasi kehadiran pada coordinator, jadi setidaknya aku akan merasa malu jika tak jadi datang.
07.25 Wib
Aku parkir di depan Centrum, masih tak terlihat gerak-gerik orang pertanda dia ikut komunitas aleut. Kurang lebih 5 sampai 10 menit akhirnya aku di sapa seorang perempuan seumuran denganku, yang detik itu juga kami berkenalan. Namanya Eka, dia bersama satu orang temannya bernama Rischa, ternyata mereka sama sepertiku baru akan gabung komunitas aleut hari ini. Kami bertiga duduk-duduk di taman Musik, masih memperhatikan dimana banyak orang berkumpul yang menandakan mereka komunitas aleut. Diseberang jalan terlihat perkumpulan orang-orang, tapi laki-laki semua, kami memberanikan diri mendekati mereka dan bertanya. “A, ini komunitas aleut bukan?” aku bertanya pada seorang laki-laki yang ciri-cirinya putih, tidak terlalu tinggi, berbrewok, berkumis dan agak berjanggut, umurnya sekitar 23tahun atau 25tahun. “Iya” jawabnya. Lalu ada teman-teman yang lain juga “Baru gabung teh? Ini masih nunggu yang lain teh” kata seorang laki-laki yang cirinya tinggi, pakai kacamata dan agak berisi. Aku jawab “Iya, baru kali ini”. Tak lama dari itu datang seorang perempuan, yang akhirnya berkenalan namanya Teh Hani, mahasiswa S2 ITB yang ketika aku perhatikan Teh Hani ini adalah perempuan pintar nan cerdas dalam hal Teknik Lingkungan, serba tahu. Teh Hani ternyata orang yang suka mencatat kehadiran anggota komunitas aleut. Nah berhubung aku pertamakalinya, maka hal pertama yang dilakukan adalah mendaftarkan diri dengan cara membayar 10ribu saja, yang katanya setahun hanya bayar 10ribu. Gimana? Terjangkau kan? Yookkk ikut gabung juga.
Singkat cerita, kami berkumpul di Taman Musik dekat tulisan Centrum. Sebagai pembukaan, sang koordinator yang aku lupa namanya siapa, menjelaskan tema ngaleut hari ini, yaitu Insulinde yang aku tangkap sih artinya wilayah kepulauan dan kemiliteran. Yaps, memang tidak salah, karena tempat kami berkumpul sekarang memang dikuasai oleh bangunan-bangunan militer dan nama jalan disekitaran kami memang nama-nama pulau. Mulai dari Jalan Belitung, Jalan Kalimantan, Jalan Aceh Jalan Riau, Jalan Seram dan jalan yang bernama kepulauan. Sembari berjalan-jalan kakak yang lebih senior menjelaskan tentang bangunan dan jalan-jalan yang kita lewati. Mereka tahu banyak akan hal ini. Jujur, membuat diriku malu, kalau di ingat-ingat aku manusia yang tingkat nggak betah bacanya sudah kelewatan, membiarkan otak beku tanpa diisi pengetahuan umum sudah benar-benar keterlaluan, yang aku pikirkan hanya kesenangan saja, bagaimana mendapat tempat indah agar orang-orang tahu aku telah menjajaki tempat mana saja. Tapi, di komunitas ini mereka lebih hebat akan tempat yang pernah mereka kunjungi. 
10.45 Wib. Jalan Seram
Kami komunitas aleut terkena hujan, akhirnya kami berteduh di saung yang ala kadarnya dipinggir jalan, maklumlah segini juga udah uyuhan dapet tempat buat berteduh. Lumayan agak lama kami nunggu reda, sekitar 20-30menit. Akhirnya kami melanjutkan pejalanan pulang kembali ke tempat perkumpulan pertama, yaitu Taman Musik. Di acara terakhir setelah berkeliling kami mengadakan sharing, setiap orang harus berbicara. Jujur, aku nggak bisa berbicara di depan umum, apalagi menjelaskan, mungkin karena memang aku tak terlatih untuk hal ini, tugas presentasi di kampus yang hanya beberapa kali ternyata tidak mampu untuk membuat seseorang mahir untuk berkata-kata dan beraguments, setidaknya aku mulai memberanikan diri untuk berbicara didepan teman-teman yang baru kenal dan disebuah komunitas pula.
Terimakasih komunitas Aleut untuk pertama kalinya ngaleut hari minggu ini, banyak membuatku berpikir banyak tentang sesuatu hal baru tentang sejarah, Indonesia, Bandung, pemerintahan, lingkungan dan beberapa hal yang tidak pernah terpikirikan sekalipun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatanku untuk Papa

Lihat, Pah... ruangan kerja di depan sedang dibereskan oleh kami, tapi lebih tepatnya banyak dibereskan oleh mama. Karena kami tidak paham, kami tidak mengerti dan kami tidak tahu barang-barang yang sangat penting, yang pastinya masih harus disimpan di ruangan kerja Papa. Dulu aku tidak pernah tahu bagaimana membereskan ruangan kerja Papa yang sangat banyak alat-alat rahasia, yang bisa memudahkan Papa bekerja dan bisa membuat kerajinan yang unik. Satu per satu dikeluarkan, dipilih. Tidaklah mudah. Kenangannya. Ceritaannya. Dan kalimat yang selalu mama utarakan yaitu, "Ini Pola, tapi mama nggak yakin bisa bikin barang ini". Seolah saya pribadi sedih, menyesali diri sendiri karena tidak pernah mau belajar. Padahal jika saya sadari, kami semua sebagian hidup dari hasil jualan kerajinan ini. Sekarang, Papa pulang, semua pekerjaan ini ditinggalkan, kecuali yang masih bisa kita kerjakan. Pah, lihatlah.. hari memang berganti, tapi hari - hari itu memang tak pernah lebih ...

Costume Sun Flower

IDR 275k IDR 275k IDR 275k IDR 260k ----------------------------------------------------------------------- KETENTUAN DI ANEAR CRAFT AND FLORIST : Pemesanan Fresh Flower dan Sun Flower Bisa costume Bunga matahari pertangkai 80k Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max H-2 -------------------------------------------------------------------------- Pemesanan Flanel Bouquet Flower dan Flanel Flower Box Bisa memilih warna Size M bisa memakai initial max 1 (satu) huruf atau angka. Size L bisa memakai initial max 3 (tiga huruf) atau max 2 (dua) angka. Free ongkir wilayah kota Bandung, selain itu dikenakan ongkir sesuai jasa pengiriman Pemesanan Max - H-4 ------------------------------------------------------------------------------ Semua yang dipesan harus memakai DP 50% dari harga pembelian, untuk memastikan bahwa pemesanan sudah tidak bisa dibatalkan -------------------------------...

15 April 2015. 19.00 Wib. IfanMuhamadYasin selamat jalan

Ifan, kok kamu pergi? Fan, kamu mau bangun lagi kan? Kamu bercandaankan? Kamu sakit apa? Fan, Alloh lebih sayang ya ke kamu dari pada ke aku? Buktinya kamu pergi duluan ninggalin aku. Kok kamu tega sih, Fan? Fan, aku nggak bisa bilang apa-apa. Masih percaya nggak percaya. Yaa Alloh, terimalah amal ibadah Ifan, terima kebaikannya, ampunilah dosa yang pernah Ifan perbuat. Amien. Fan, tadi siang setelah aku pulang dari Rumah sakit Immanuel, aku buka laptop dan iseng online, ntah knapa pas aku searching nama oranglain, malah dipojok kanan muncul nama kamu, aku buka tab baru dan aku lihat foto kamu, sekitar jam 14.00. Aku bilang dalam hati “Fan, kamu nggak ganteng, tapi kamu baik”, terus aku close.  Dua hari yang lalu juga aku nulis tentang kita di tumblr ini, ntah knapa malam itu aku pengen banget nulis tentang kamu, ntah kenapa juga aku keingetan kamu terus, sampe aku bilang kangen kamu dalam hati. Di akhir kalimat aku bilang “Jika kamu bahagia disana, mungki...