Mengapa semakin sering aku membaca-nya. Aku tidak tahu apa artinya, yang jelas ini selalu menyesakan dada. Karena aku begitu tahu, begitu sulit aku melupakannya. Orang bilang aku harus move on, namun tak semudah itu. Ucapan terkadang mudah, namun pikiran dan hati selalu lamban.
"Move on bukanlah melupakan seseorang, namun mengikhlaskan seseorang itu untuk tidak lagi di samping kita"
Aku belajar mengikhlas-kan, Fan. Belajar mengikhlaskan kamu, orang yang aku cintai, orang yang aku sayang dan orang yang dulu pernah aku yakini akan menjadi pendamping hidup aku sampai akhir hembusan nafas. Namun aku salah, Fan. Tuhan berkehendak lain, menentukan takdir antara kamu dan aku dengan jalan yang berbeda.
Mungkin memang kita tak bisa hidup bersama. Tapi, kita-pun tak bisa mengawang takdir apa yang akan datang. Aku dan kamu hanya manusia biasa yang hanya bisa berencana, dan rencana itu apa akan dikabulkan atau tidak hanya Tuhan yang menentukan.
Fan, Ifan Muhamad Yasin yang pernah ada di hidup aku, yang pernah mendampingi aku walau sampai tak menjadi pendamping halalmu, yang tau akan kekurangan dan kelebihan aku. Aku hanya ingin bilang Aku sayang sama kamu, namun aku sedang belajar dengan sekeras hati aku untuk mengikhlaskan kamu, meridhokan kamu hidup dengan hamba Tuhan yang lain, membahagiakan diri melihat kamu bahagia dengan oranglain.
Sekali lagi, aku hanya manusia biasa, seorang perempuan yang menanti akan cinta sejatinya datang juga, menunggu seseorang meminta menjadikan aku sebagai kekasih dan pendamping hidup yang halalnya, yang bisa membuat aku bahagia di dunia dan akhirat atas bimbingannya. Bukan karena amarah atau nafsu lainnya, melainkan karena kekurangan dan kelebihan serta keinginan untuk menyempurnakan satu sama lain.
Fan, Ifan Muhamad Yasin, terimaksih telah mengajarkan aku tentang kasih dan sayang, tentang ada waktu untuk pasangannya, tentang bagaimana menghapus air mata di pipi seseorang, tentang bagaimana menahan amarah, tentang kesabaran, yang akhirnya tentang kedewasaan dan keikhlasan ini.
Aku selalu berdoa semoga kita selalu dalam jalan lurusnya Alloh yang di ridhoi, mendapatkan pasangan yang menjadi penyempurna diri kita, amal ibadah kita di dunia dan akhirat. Amien
"Move on bukanlah melupakan seseorang, namun mengikhlaskan seseorang itu untuk tidak lagi di samping kita"
Aku belajar mengikhlas-kan, Fan. Belajar mengikhlaskan kamu, orang yang aku cintai, orang yang aku sayang dan orang yang dulu pernah aku yakini akan menjadi pendamping hidup aku sampai akhir hembusan nafas. Namun aku salah, Fan. Tuhan berkehendak lain, menentukan takdir antara kamu dan aku dengan jalan yang berbeda.
Mungkin memang kita tak bisa hidup bersama. Tapi, kita-pun tak bisa mengawang takdir apa yang akan datang. Aku dan kamu hanya manusia biasa yang hanya bisa berencana, dan rencana itu apa akan dikabulkan atau tidak hanya Tuhan yang menentukan.
Fan, Ifan Muhamad Yasin yang pernah ada di hidup aku, yang pernah mendampingi aku walau sampai tak menjadi pendamping halalmu, yang tau akan kekurangan dan kelebihan aku. Aku hanya ingin bilang Aku sayang sama kamu, namun aku sedang belajar dengan sekeras hati aku untuk mengikhlaskan kamu, meridhokan kamu hidup dengan hamba Tuhan yang lain, membahagiakan diri melihat kamu bahagia dengan oranglain.
Sekali lagi, aku hanya manusia biasa, seorang perempuan yang menanti akan cinta sejatinya datang juga, menunggu seseorang meminta menjadikan aku sebagai kekasih dan pendamping hidup yang halalnya, yang bisa membuat aku bahagia di dunia dan akhirat atas bimbingannya. Bukan karena amarah atau nafsu lainnya, melainkan karena kekurangan dan kelebihan serta keinginan untuk menyempurnakan satu sama lain.
Fan, Ifan Muhamad Yasin, terimaksih telah mengajarkan aku tentang kasih dan sayang, tentang ada waktu untuk pasangannya, tentang bagaimana menghapus air mata di pipi seseorang, tentang bagaimana menahan amarah, tentang kesabaran, yang akhirnya tentang kedewasaan dan keikhlasan ini.
Aku selalu berdoa semoga kita selalu dalam jalan lurusnya Alloh yang di ridhoi, mendapatkan pasangan yang menjadi penyempurna diri kita, amal ibadah kita di dunia dan akhirat. Amien
Komentar
Posting Komentar
Silahkan jika ada pesan dan pesan